Warna memainkan peran penting pada branding strategy. Warna dapat membentuk wajah dari sebuah produk atau brand. Pemahaman akan psikologi warna dibutuhkan dalam menyusun brand yang diinginkan, agar sesuai dengan visi & misi perusahaan, dan pesan yang ingin disampaikan melalui brand. Warna dapat mempengaruhi emosi seseorang, lalu menawarkan rasa kertertarikan. Coba kalian bayangkan jika logo Apple berwarna kuning, apakah nuansa elegan akan masih melekat pada identitas perusahaan teknologi ternama tersebut? Atau bayangkan jika logo Facebook berwarna merah muda, orang-orang mungkin akan menduga kalau Facebook hanyalah untuk perempuan.

Pertanyaannya lalu, warna apa yang akan kamu pilih untuk brand-mu?

 

Baca juga Desain Logo: Empat Langkah Menyusun Logo yang Tepat Untuk Bisnismu

 

Branding Strategy dengan Warna Merah

Jika melihat warna merah, mungkin di benak kalian akan muncul kata  “berani” atau “bahaya.” Memang benar, warna merah mampu memberi kesan tegas, bersemangat, dan powerfull. Menurut beberapa psikolog, warna merah mampu merangsang munculnya reaksi dari seseorang lebih cepat, sehingga sering dinilai tepat untuk digunakan oleh brand yang ingin dekat dengan anak-anak muda. Tapi tetap hati-hati, terkadang warna merah juga mampu mengirimkan kesan agresif dan ancaman apabila digunakan tidak sesuai dengan jenis produkmu.

Branding Strategy dengan Warna Merah

 

Branding Strategy dengan Kuning

Salah satu alasan mengapa perusahaan fast food seperti McDonalds atau Subway memilih kuning sebagai warna identitas mereka adalah karena warna kuning mampu menawarkan keramahan, hangat, dan kepastian. Warna kuning sering dinilai mampu menyebarkan rasa positif untuk berbagai usia, utamanya anak-anak. Sementara menurut Matt Groening (kreator The Simpsons), memilih warna kuning merupakan langkah ampuh untuk mencuri perhatian calon konsumen dengan baik.

Meski begitu, cermatlah menggunakan warna kuning–terkadang warna kuning juga dapat memberi kesan lemah dan suram.

Branding Strategy dengan Warna Kuning

 

Branding Strategy dengan Orange (Jingga)

Catchy, bersahabat, ceria, dan percaya diri–adalah atmosfer yang kental dibawa oleh warna orange (jingga). Warna orange selalu terlihat catchy jika dilihat. Seperti Nickelodeon, berkat menggunakan orange sebagai warna utama pada identitas perusahaan, Nickelodeon mampu menjelma sebagai rumah produksi yang selalu terlihat segar dan senantiasa berbagi keceriaan, serta tidak membosankan. Lainnya, warna orange juga digunakan oleh Fanta, Mozilla Firefox, dan Soundcloud.

Branding Strategy dengan Warna Orange Jingga

 

Branding Strategy dengan Hijau

Bukan pengetahuan terbaru lagi, warna hijau identik dengan alam bebas yang selalu segar. Tapi lebih dari sekadar hutan dan ladang, warna hijau juga mampu memberi kesan sejuk, damai, dan rasa percaya. Pengaruh-pengaruh warna hijau tersebut lantas sering menjadikannya pilihan utama oleh brandbrand di bidang kesehatan, komunitas pejuang lingkungan, dan penyedia jasa. Namun sebelum menggunakan warna hijau pada brand-mu nanti, perhatikan bahwa warna hijau pun turut memiliki kesan stagnansi–kurang mencolok.

Branding Strategy dengan Warna Hijau

 

Branding Strategy dengan Biru

Biru adalah warna yang unik. Menurut beberapa riset, biru merupakan salah satu warna yang mampu dilihat oleh pengidap buta warna. Itu mengapa Mark Zuckerberg, CEO Facebook, memilih warna biru sebagai bagian dari identitas Facebook, sebab ia ingin agar orang-orang yang kurang beruntung–mengidap cacat warna–tetap dapat menggunakan Facebook dengan pengalaman yang sama nyata dengan orang-orang normal. Namun yang utama adalah warna biru lekat dengan kesan ramah, rasa percaya, aman, kuat, dan dapat diandalkan.

Branding Strategy dengan Warna Biru

 

Branding Strategy dengan Ungu

Ketika dihadapkan pada warna ungu, pikiran apakah yang muncul pertama kali di kepalamu?

Bukan hanya mencolok, ungu merupakan jenis warna yang dekat dengan kesan imajinatif, kretaif, inspiratif, juga bijaksana. Kesan-kesan tersebut lantas mengantar warna ungu pada kondisi yang tidak terbatas dan universal. Warna ungu dapat menjadi identitas feminim atau maskulin, anak-anak atau dewasa, pelajar atau pekerja.

Branding Strategy dengan Warna Ungu

 

Branding Strategy dengan Hitam

Bukan hanya untuk menyusun brand sebuah produk, warna hitam sering menjadi warna pilihan kebanyakan orang pada kehidupan sehari-hari. Entah untuk kesempatan apapun, hitam selalu dapat menawarkan wajah elegan, modern, kuat, tegas, dan rasa aman–di samping hitam pun juga adalah pilihan warna yang netral.

Namun hitam juga lekat dengan impresi jahat, dingin, dan misterius. Memilih warna hitam sebagai warna brand produkmu dengan sembarangan tentu dapat berakibat fatal.

Branding Strategy dengan Warna Hitam

 

Branding Strategy dengan Putih

Bagaimana Apple menggunakan warna putih sebagai bagian dari identitas brand sudah dapat menjelaskan jika menggunakan warna putih akan dapat menyiarkan kesan elegan, eksklusif, dan modern sebagaimana juga warna hitam. Namun dengan nuansa bersih serta cerah, selain elegan dan eksklusif, warna putih juga mampu memberikan brand-mu kesan yang menenangkan dan menyeimbangkan emosi.

Branding Strategy dengan Warna Putih

 

Sekarang, setelah mengetahui pesan, kesan, dan atmosfer yang mampu ditawarkan oleh setap jenis warna, kamu akan memilih warna apa pada brand-mu?

 

 

Please follow and like us:

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Google+
https://www.nayaproject.id/branding-strategy-memilih-warna-tepat">